Skip to main content

Tugas Penulisan Bahasa Iklan 1

Sejarah Penulisan Bahasa Iklan 1

Sejarah bahasa periklanan

Iklan dan periklanan adalah dua hal yang berbeda namun memiliki hubungan yang berkaitan erat satu sama lainnya. Periklanan merupakan bentuk komunikasi yang digunakan untuk membujuk audiens (pemirsa, pembaca atau pendengar) untuk mengambil beberapa tindakan sehubungan dengan produk, ide, atau layanan. Istilah iklan (bahasa Melayu) berasal dari kata I’lan (bahasa Arab) yang artinya meneriakkan secara berulang-ulang. Istilah lain dari iklan adalah reklame, pengaruh bahasa Perancis reclame yang asalnya dari bahasa Latin reclamare, artinya menyerukan. Di masa lalu banyak orang Indonesia menyebutnya advertensi, terpengaruh bahasa Belanda advertentie.

Kronologis Penulisan Sejarah Bahasa Periklanan

1.   4000sm
Mesir menggunakan papyrus untuk membuat pesan penjualan dan poster-poster. Pesan Komersial dan menampilkan kampanye politik telah ditemukan di reruntuhan Pompeii dan kuno Saudi . Hilang dan menemukan iklan di papirus yang umum di Yunani Kuno dan Romawi Kuno.

2.   Abad 17
Pendidikan menjadi kebutuhan yang sangat penting terutama dalam membaca, serta pencetakan, lalu iklan semakin dikembangkan dan diperluas untuk mencakup selebaran.Pada abad ke-17 iklan mulai muncul di koran mingguan di Inggris. Iklan cetak awal ini digunakan terutama untuk mempromosikan buku dan surat kabar, yang menjadi semakin terjangkau dengan kemajuan di percetakan, dan obat-obatan, yang semakin dicari sebagai penyakit rusak Eropa Namun, karena adnya iklan palsu dan apa yang disebut dukun, iklan menjadi masalah, yang diantar dalam regulasi konten iklan.

3.   Abad 18
Prancis La Presse adalah program iklan pertama yang membuat program iklan yang dibayar di perhalaman-halamannya, yang memungkinkan untuk menurunkan harga, memperluas pembaca dan meningkatkan perusahaan profitabilitas dan formula itu segera ditiru oleh semua judul.
Pada tahun 1840, Volney B. Palmer membentuk akar biro iklan modern di Philadelphia. Sekitar waktu yang sama, di Perancis, Charles-Louis Havas memperpanjang jasa kantor berita itu, untuk memasukkan iklan broker, sehingga kelompok Prancis pertama yang mengatur. Pada pergantian abad ini, ada beberapa pilihan karir bagi perempuan dalam bisnis, namun, iklan adalah salah satu dari sedikit. Karena perempuan bertanggung jawab untuk sebagian besar pembelian kebutuhan rumah tangga mereka masing - masing, pengiklan dan lembaga yang diakui nilai's wawasan perempuan.

4.   Awal 1920
Pada wal tahun 1920, stasiun radio pertama didirikan oleh produsen peralatan radio dan pengecer yang menawarkan program dalam rangka untuk menjual radio lebih kepada konsumen. Seiring berjalannya waktu, banyak organisasi nirlaba yang mendirikan stasiun radio mereka sendiri. Masing-masing program radio individu biasanya disponsori oleh pembisnis tunggal dalam pertukaran untuk menyebutkan nama singkat bisnis mereka di bagian awal dan akhir yang menunjukkan disponsori olehnya.

5.   Awal 1950
Pada awal tahun 1950, DuMont Television Network mulai meluncurkan program modern yang menjual iklan dalam hitungan waktu kepada beberapa sponsor. Namun sebelumnya, DuMont telah kesulitan mencari sponsor bagi banyak tentang program dan dikompensasi dengan menjual blok kecil waktu iklan untuk beberapa bisnis. Hal ini akhirnya menjadi standar untuk industri televisi komersial di Amerika Serikat.Namun, itu masih praktek umum untuk memiliki menunjukkan sponsor tunggal, seperti Amerika Serikat Steel Jam. Dalam beberapa kasus sponsor dilaksanakan kontrol yang besar atas isi dari pertunjukan-sampai dengan dan termasuk memiliki agency periklanan seseorang benar-benar menulis pertunjukan.

Teori Penulisan Bahasa Iklan

Secara teoritik iklan adalah sebagai suatu bentuk penyampaian sebuah pesan dalam komunikasi non personal yang mengikuti alur teori yang berlaku pada ilmu komunikasi umumnya dan khususnya komunikasi massa. Ada beberapa teori yang patut dicatat sebagai pegangan dengan teori tersebut, yaitu:

1.     Teori Efek Minimal
Anggapan yang beredar di masyarakat umum adalah bahwa ada korelasi positif antara peningkatan biaya pemasangan iklan dengan banyaknya produk yang terjual dalam satuan waktu tertentu. Kalau biaya pemasangan iklan makin besar akan semakin banyak pula penjualannya terhadap produk yang diiklankan, demikian juga bila sebaliknya kalau biaya pemasangan iklan semakin kecil maka semakin kecil juga volume penjualan atas barang-barang atau jasa tersebut.

2.     Teori Cutting Edge. (Efek Samping)
     Teori ini mengajarkan bahwa iklan secara tidak disadari dapat mengubah bentuk perilaku yang menyimpang dari suatu budaya umum dan membentuk sub budaya kelompok tertentu. Dikatakan teori “efek samping”, karena efek yang semula direncanakan untuk khalayak sasaran tertentu tidak tercapai malah mencapai efek pada khalayak yang tidak direncanakan. Akibatnya sasaran baru itu terpengaruh dan membentuk suatu sub budaya kelompok baru.




Jenis-Jenis Iklan
Menurut  Alo Liliweri (1992) mempunyai pendapat sendiri tentang pembagian jenis-jenis iklan. Ia membaginya dalam dua kelompok besar, yaitu pembagian secara umum dan pembagian secara khusus.
1.     Iklan Secara Umum, dibagi menjadi 5, yaitu:
-Iklan tanggung jawab sosial
-Iklan pembantahan
-Iklan pembelaan
-Iklan perbaikan
-Iklan keluarga
2.    Iklan Secara Khusus
-Iklan berdasarkan media yang digunakan, yaitu: iklan above the line dan  below the line.

Pembagian iklan menurut sifatnya

Pembagian iklan menurut sifatnya terbagi menjadi dua, yaitu:
1.     Iklan cetak
Iklan cetak adalah iklan yan g penyebarannya dilakukan melalui media cetak. Contohnya adalah poster, spanduk, baliho, reklame, iklan baris di Koran, flyer, atau selebaran.

2.     Iklan Elektronik
Iklan Elektronik adalah iklan yang penyebaranny dilakukan melalui media elektronik. Contohnya adalah iklan TV, radio, iklan di internet.
Cara Penulisan Bahasa Dalam Periklanan

Untuk menulis sebuah naskah dengan menggunakan bahasa Indonesia, maka kita diharuskan untuk menguasai EYD (Ejaan yang Disempurnakan) terlebih dahulu agar maknanya dapat ditangkap oleh target audience. Di dalam bahasa juga harus menyimpan makna ketika kita ingin mengungkapkannya kepada orang lain, agar mereka memahami apa yang kita ungkapkan tersebut. Berikut cara penulisan dalam bahasa periklanan:
1.     Mudah dipahami konsumen
2.     Sederhana bahasanya dan jernih pengutaraannya
3.     Tanpa kalimat majemuk
4.     Kalimatnya aktif, bukan kalimat pasif
5.     Padat dan kuat bahasanya
6.     Postif bahasanya, bukan bahasa negatif
Kesimpulan
Setelah saya membaca dan mempelajari materi sejarah, teori, jenis, dan cara penulisan bahasa iklan, saya berpendapat bahwa dengan adanya iklan itu sangat penting, karena dengan iklan kita akan dengan mudah mendapat berbagai informasi dari berbagai macam iklan seperti iklan yang ada di media cetak maupun iklan yang ada di media elektronik.


Sumber:

4.     http://megapratiwi-tugas.blogspot.co.id/2011/05/teori-penulisan-bahasa-iklan.html


  Tugas ini dibuat untuk memenuhi Tugas Penulisan Bahasa Iklan
  Universitas Gunadarma

  Nama : Friska Dianra
  NPM : 12615788
  Kelas : 1SA05

Comments